Metro – Pusat Karir dan Inkubator Bisnis (PUSKIB) Universitas Muhammadiyah Metro secara resmi mengumumkan 10 finalis Tenant Inkubator Bisnis Mahasiswa Penerima Pendanaan Tahun 2026. Pengumuman ini menjadi salah satu tahapan penting dalam program pengembangan kewirausahaan mahasiswa yang bertujuan mencetak wirausaha muda inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
Seleksi Tenant Inkubator Bisnis Tahun 2026 diikuti oleh berbagai tim mahasiswa dari beragam program studi yang mengajukan proposal usaha maupun inovasi teknologi. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian berdasarkan aspek inovasi, kelayakan bisnis, potensi pasar, keberlanjutan usaha, serta dampak sosial dan lingkungan, sebanyak sepuluh proposal terbaik dinyatakan lolos sebagai penerima pendanaan dan pembinaan lanjutan.
Adapun sepuluh finalis Tenant Inkubator Bisnis UM Metro Tahun 2026 yang berhasil memperoleh pendanaan yaitu:
- Usaha Simplisia Herbal Preventif Kanker Berbasis Potensi Bahan Alam Lokal Metro Lampung
- CANDLE OF CHANGE – Lilin Aromaterapi Ramah Lingkungan berbahan Palm Wax dan minyak jelantah.
- AQUA SERA (Water Candle)
- Inovasi Teh Herbal Yakon dengan Fortifikasi Rempah sebagai Produk Minuman Fungsional Bernilai Ekonomi
- Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Terintegrasi Inovasi Pakan Maggot dan Smart Feeding System
- QwelStudio Creative Growth Lab – Model layanan branding dan content marketing untuk transformasi digital UMKM.
- Pengembangan Usaha Rumahan "OMAHAN BAKERY" (Cake, Bakery, dan Cookies).
- Inovasi Budidaya Tanaman Obat Tropis Berbasis Screen House
- BTDC (Bengkel Tresno Dadi Club)
- Inovasi Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Energi Alternatif sebagai Upaya Mengurangi Pencemaran Lingkungan.
Kepala Pusat Karir dan Inkubator Bisnis UM Metro, Karnila Ali, B.Bus., MPA., menyampaikan bahwa program inkubator bisnis merupakan bentuk komitmen universitas dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh bantuan pendanaan, tetapi juga mendapatkan pendampingan intensif, pelatihan, penguatan legalitas usaha, hingga kesempatan mengikuti berbagai kompetisi kewirausahaan di tingkat nasional.
"Melalui program inkubator bisnis ini, kami berharap mahasiswa mampu mengembangkan ide usaha menjadi bisnis yang berkelanjutan, memberikan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Karnila Ali.
Selanjutnya, para tenant terpilih akan mengikuti serangkaian program pembinaan yang meliputi pelatihan kewirausahaan, mentoring bisnis, penyusunan strategi pemasaran, penguatan manajemen usaha, pendampingan legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga monitoring perkembangan usaha secara berkala. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan tenant dalam mengembangkan usahanya secara profesional dan berdaya saing.
Program Inkubator Bisnis UM Metro juga menjadi bagian dari upaya universitas dalam mendukung Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, UM Metro terus berkomitmen mencetak mahasiswa yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja melalui inovasi dan kewirausahaan.
Dengan diumumkannya sepuluh finalis tenant penerima pendanaan Tahun 2026, diharapkan lahir lebih banyak usaha mahasiswa yang mampu berkembang menjadi bisnis berkelanjutan, berkontribusi terhadap perekonomian daerah, serta membawa nama Universitas Muhammadiyah Metro semakin dikenal sebagai kampus yang unggul dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa.